Musim Puting Beliung dari Negeri Kincir Angin

SEPAKBOLA adalah menyerang. Bermain harus total. Dalam menyerang, juga dalam bertahan. Maka, dibutuhkan pemain dengan stamina prima. Dan, hanya tenaga muda yang punya stamina prima.

Itulah filosofi pelatih belanda, Marco van Basten. Dia adalah bagian dari total football yang sukses menjuarai Piala Eropa 1988. Dan, secara inheren filosofi sepakbola total itu tetap ada dalam diri Basten. Sebab itu, dia memilih mengabaikan Clarence Seedorf dan Mark van Bommel. Tak ada tempat buat veteran di timnya, kecuali masih bisa tampil prima seperti kiper Edwin van der Sar dan Giovanni van Bronckhorst. Seolah begitu pesannya. Selebihnya, tim Belanda didominasi pemain yang relatif muda dan bertenaga, tapi punya teknik tinggi.

Keindahan total football praktis masih bisa dinikmati dan ditakui orang pada 1990, ketika Van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit tampil di Piala Dunia. Setelah itu, sepakbola Belanda itu seolah dianggap terlalu riskan dan jarang ada yang berani menirunya.

Namun kini, Van Basten menghidupkan kembali sepakbola total, memicu musim puting beliung dari Negeri Kincir Angin. Memang, tidak selalu sama dengan total football di masa lalu, sebab setiap zaman dan era memiliki kekhasannya sendiri. Tapi, tetap saja permainan menyerang Belanda begitu mengagumkan. Tim superdefensif Italia dihajar 3-0. Juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, Prancis, dilibas 4-1.

“Kami seperti melawan puting beliung,” begitu kesan pelatih Prancis, Raymond Domenech.

Yang menarik dari Belanda, mereka tak sekadar menyerang. Ada kesabaran, kecermatan, dan kemampuan mengelola emosi yang baik tanpa mengurangi ketajaman serangan mereka. Tak ada pemain yang meludahi lawan atau bikin ulah seperti halnya Rijkaard di Piala Dunia 1990., kala meludahi Rudi Voeler hingga keduanya terkena kartu merah.

Kecepatan tetap dimiliki. Ketajaman malah sempurna. Kerja sama juga begitu rapi. Ditambah lagi, pertahanan mereka tetap kuat meski menerapkan permainan menyerang. Itu kelebihan total football di bawah Marco van Basten.

Setidaknya dalam dua pertandingan telah terbukti bahwa sepakbola yang mementingkan pertahanan mulai kuno. Italia dibuat sadar karena mengalami kekalahan terburuk sepanjang sejarah di Piala Eropa. Demikian juga Prancis yang masih saja mengandalkan banyak pemain tua. Mereka menerima kekalahan besar pertama sejak 1982.

Selain pemain muda berbakat, apa yang menjadi rahasia Van Basten? Memotivasi pemain, demikian jawabnya. Bagaimana memotiasi pemainnya?

“Karena saya orang yang baik. Saya dan pemain punya hubungan yang baik. Dan, kami bekerja dengan baik bersama para pemain yang selalu memberi input. Yeah, suasana dalam tim sangat menyenangkan. Para pemain selalu ingin mengerjakan pekerjaan dengan sebaik mungkin selama turnamen ini,” jelas Van Basten.

“Dalam tim, kami banyak berbicara soal sepakbola. Dan, Saya memberi pemain instruksi yang baik dan mereka memahaminya. Kemudian, mereka melakukannya dengan baik pula. Jika ada pertanyaan, kami akan membahasnya bersama-sama,” ungkap Van Basten.

Kehangatan, kebersamaan, dan tradisi saling mengisi. Itu energi tambahan yang membuat sepakbola total Belanda menjadi begitu mengagumkan. Mereka tak hanya menyerang kemudian mudah terserang pula. Mereka tak hanya pandai membuatĀ  gol, kemudian mudah kebobolan juga. Tapi, mereka pintar menyerang dan mencetak gol, tapi sulit ditekan dan dibobol gawangnya. Baru kemasukan satu gol dan sudah mencetak 7 gol merupakan prestasi luar biasa.

Dan, musim puting beliung atau sepakbola total Belanda itu mungkin baru permulaan. Angin bisa terus berputar lebih kencang dan menghantam siapa saja. Wajar jika Belanda yang tadinya diremehkan, kini mulai difavoritkan juara. Asal jangan membuat kesalahan sekecil apa ppun, seperti halnya total football mereka pada Piala Dunia 1974, 1978, dan 1990

sumber : http://bolaeropa.kompas.com/read/xml/2008/06/14/06425365/musim.puting.beliung.dari.negeri.kincir.angin

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image

Recent Posts

Latest Links